Seseorang yang jatuh cinta secara berlebihan akan menghasilkan chemistry yang berlebihan pula. Karena cara kerjanya mirip drugs, seseorang yang jatuh cinta secara berlebihan mirip seperti pecandu berat. Ketika itu akan terjadi euphoria berlebihan yang membuat dunia menjadi begitu indah dan menyenangkan. Ketika itu pula ia akan berada pada titik di dekat puncak emosi dimana pertimbangan logika rasionalnya hampir tiada.
Pada kondisi seperti itu sebenarnya ia berada dalam bahaya dan rentan resiko. Jika tiba-tiba timbul masalah dalam kisah cintanya dan akhirnya harus “putus” maka ia benar-benar seperti pecandu berat yang dipaksa berhenti mengkonsumsi drugs. Rasanya akan sangat menyakitkan. Tingkat penderitaannya akan berkorelasi dengan seberapa dalam tingkat kecanduannya dalam bercinta. Pada pecandu drugs akut resiko paling ekstrim adalah kematian. Begitu pula dengan pecinta akut, kematian adalah hal yang sangat mungkin terjadi. Banyaknya berita bunuh diri akibat “putus” cinta membuktikan hal itu.
Pada kondisi seperti itu sebenarnya ia berada dalam bahaya dan rentan resiko. Jika tiba-tiba timbul masalah dalam kisah cintanya dan akhirnya harus “putus” maka ia benar-benar seperti pecandu berat yang dipaksa berhenti mengkonsumsi drugs. Rasanya akan sangat menyakitkan. Tingkat penderitaannya akan berkorelasi dengan seberapa dalam tingkat kecanduannya dalam bercinta. Pada pecandu drugs akut resiko paling ekstrim adalah kematian. Begitu pula dengan pecinta akut, kematian adalah hal yang sangat mungkin terjadi. Banyaknya berita bunuh diri akibat “putus” cinta membuktikan hal itu.
Orang yang
sedang mengalami putus cinta biasanya mengalami depresi, lebih mudah emosi,
cenderung tak semangat melakukan aktifitas sebagaimana biasanya. Hal ini memang
wajar terjadi pada orang yang mengalaminya. Namun, akan menjadi tak wajar
ketika sampai depresi yang berlebihan, karena akan sangat merugikan bagi
dirinya.
jadi prinsipnya adalah tidak mencintai secara berlebihan atau kekurangan, sewajar dan secukupnya. :-)